b. topik tourism:

1. gunung agung......

Mendaki Gunung Agung

“Ke Gunung Agung!” Seperti itu kiranya jawabanku ketika seseorang menanyakan agenda BOC kali ini. Memang kru sudah lama merencanakannya dan Sabtu lalu kita menuntaskan pendakian gunung berketinggian 3,142 meter itu dengan selamat, puji syukur Tuhan. Berikut cerita perjalanannya;

Jalur Selat atau pura Pasar Agung yang kita tempuh sebenarnya telah melalui sedikit perdebatan antar kru yang sementara berniat mengambil jalur pura Besakih. Dengan berbagai pertimbangan diputuskan untuk mengambil jalur Selat yang relatif singkat.  

Gunung Agung adalah gunung dengan puncak tertinggi di pulau Bali yang disakralkan oleh masyarakat setempat dan mempunyai nilai transcendental dengan keberadaannya sebagai tempat persembahan. Terdapat beberapa hal yang diyakini oleh masyarakat setempat untuk tidak melakukan sesuatu dalam mendaki gunung ini. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mendaki gunung ini, hal ini membuat Wati salah seorang anggota BOC kecewa karena tidak bisa ikut serta. Termasuk juga perbekalan makanan yang terbuat atau mengandung daging sapi tidak diperkenankan untuk dibawa dan satu lagi yang mungkin sedikit aneh terdengar adalah sangat dianjurkan untuk mendaki dalam jumlah anggota yang genap (tanpa alasan yang jelas). Pantangan-pantangan tersebut tercatat di urutan pertama check list persiapan standar kami. 

Sabtu pukul 3.54 siang 23 orang sudah melingkar di pelataran basecamp Baliorange, Narakesuma 11 untuk briefing singkat beberapa menit yang kemudian langsung tancap gas ke Karangasem. Praktis 3 jam berkendara mengantar rombongan ke jam 7 malam sesampainya di pelataran parkir pasar Agung. Ratusan anak tangga menuju wantilan cukup untuk dijadikan pemanasan sebelum mulai ke medan sebenarnya diatas sana. Cukup lama rombongan berkumpul di wantilan tepat dimuka pura pasar Agung dan sengaja untuk menunggu waktu yang tepat memulai perjalanan mengingat juga 3 orang lagi anggota BOC masih di perjalanan dari Denpasar. Pas sekali rasanya dengan berkumpul di wantilan kru BOC bisa menyambut undangan yang beberapa adalah merupakan teman lama. Kemudian, sesuatu yang menggemparkan tiba-tiba terjadi…yaitu ‘Kakak Hendra’ mendadak harus pulang balik ke Tanjung Bungkak karena lupa ngasih makan ayam…kekeke. (Hendra terpaksa membatalkan perjalanan ini karena urusan keluarga yang penting, I hope everything is just fine, dude…) Mendekati pukul 11 malam setelah beberapa menit Komandan Sidhar, Aim dan Adip menyusul perjalananpun dimulai.



1 Response to

  1. gooddell says:

    blogwalking...

Posting Komentar

Sampaikan aspiRasiMu HeRe....!